Laporan Keuangan Perusahaan (2)

Laporan Keuangan Perusahaan (2)

Pada post sebelumnya, saya telah menjelaskan beberapa hal dasar terkait laporan keuangan. Pada dasarnya, setiap perusahaan wajib membuat laporan keuangan di periode tertentu. Biasanya, laporan keuangan dibuat per tahun agar memudahkan pendokumentasian dan perekapan. Dengan adanya laporan keuangan, sebuah perusahaan dapat dengan mudah mengetahui keadaan ekonominya.

Apakah laba atau rugi?

Berapa jumlah uang yang dimiliki perusahaan?

Adakah perubahan laba/rugi yang didapatkan setiap tahunnya?

Banyak hal yang bisa didapat dan dikontrol dengan adanya laporan keuangan tersebut. Nah, kali ini saya akan menjelaskan kembali mengenai laporan keuangan. Jangan bosan2 ya 🙂 Diulang berkali-kali agar semakin ingat.

 

Balance sheet

ASET = MODAL + PIUTANG – UTANG

atau bisa dibalik menjadi

MODAL = ASET + PIUTANG – UTANG

 

Income statement

Penghasilan – biaya produksi = Gross profit

Gross profit – biaya lain = Income profit (laba sebelum pajak)

*biaya lain = bunga, biaya fotokopi, sewa komputer, gaji direksi, pemasaran, penyusutan, gaji pegawai non produksi, kendaraan, biaya rutin (listrik, air)

Income profit  – pajak = laba bersih

*laba bersih dapat digunakan sebagai tambahan modal atau dikembalikan ke pemberi modal (deviden)

 

Cash flow

Uang kas awal + uang penghasilan = uang kas

Uang kas – pengeluaran = uang kas akhir

*pengeluaran = tagihan, gaji, biaya bahan baku

Uang kas akhir otomatis akan menjadi uang kas di awal tahun

 

Semoga post ini bermanfaat untuk teman-teman 🙂

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s